Mia, gadis yang tinggal persis disebelah dinding kamarku, mungkin tidak hanya mendengar petikan gitarku, atau semua cerita-ceritaku. Tapi juga suara nafsuku dan Renta dan kata-kata hati kami. Mia, benar-benar seorang gadis. Hobbynya mengalunkan Cello dengan melodi klasik yang sebelumnya tidak pernah menggema di lorong rumah susun ini. Pakaiannya bagus-bagus, kulitnya putih terawat. Mana ada lelaki biasa yang tak ingin mengelusnya. Tapi Mia bukan gadis biasa. Dia membawa angin yang berbeda kedalam rumah susun ini. Bukan cinta. Bukan juga rindu. Bukan juga keluguan yang nampak sekilas ketika pertama kali aku bertemu dengannya. Entah apa.
Yang jelas, semenjak kehadiran dirinya, kehidupan dirumah susun ini tidak akan pernah menjadi seperti semula. Dan dia juga bukan Renta. Renta sudah ada disisi dinding yang satu lagi jauh sebelum ada nama Mia.
Mungkin Mia lebih mengerti apa yang kutulis. Mungkin Mia lebih memberikan inspirasi. Tapi dia tetap bukan Renta. Renta yang ketika ada memberi sakit kepala tapi ketika menghilang memberikan kekosongan di lorong rumah susun dan didalam dinding antara kamarku dengan kamar Mia.
Based on fiksi.
Minggu, 12 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar